Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menyiapkan 3 bentuk pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru diantaranya:
1. Belajar melalui Media Televisi
2. Belajar dalam Jaringan (Daring) atau Luar Jaringan (Luring).
3. Studi Club
Masing masing model pembelajaran memiliki kendala, tinggal bagaimana seorang guru mensiasatinya.
1. Kendala belajar melalui media televisi
Televisi yang digunakan adalah RBTV, tidak semua siswa kita memiliki channel RBTV pada channelnya. Lho kok bisa?? bisa saja kemungkinan jarak yang cukup jauh menyebabkan siaran televise tidak dapat dijangkau. Kendala berikutnya adalah keterbatasan materi yang disampaikan tidak semua materi dapat disampaikan melalui RBTV, karena itu seorang guru yang mendapat tugas memberikan materi harus dapat memilih materi dan kompetensi dasar yang esensial.
2. Kendala Belajar Daring atau Luring
Belajar dalam jaringan memerlukan internet sedangkan luar jaringan tidak memerlukan internet.
Belajar daring dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa aplikasi diantaranya zoom, google meet, webex , google classroom, Edmodo, quiper, WhatsApp, facebook dll. Belajar diluar jaringan dapat menggunakan Lembar kerja, buku cetak ataupun modul yang sudah disiapkan guru.
Kendala belajar dalam jaringan adalah tidak semua siswa memiliki akses internet.
cara mengatasinya adalah tentu saja dengan menerapkan belajar luring ya...
3.Kendala Studi Club
Studi Club adalah pembelajaran dengan cara berkelompok dengan mematuhi protocol covid 19. Kelompok tersebut dibentuk berdasarkan dmisili terdekat. Terdiri dari 6-8 orang siswa. Siswa diminta datang atau guru mendatangi kelompok
belajar siswa untuk memfasilitasi masing-masing kelompok.
Studi club terkendala dengan susahnya menembus ijin dari gugus tugas protokol Covid 19.
hal ini yang bisa membantu tentulah pemerintah kota setempat bagaimana agar sekolah mendapat ijin dari gugus tugas protokol Covid 19.
Skenario Pembelajaran dapat di unduh di bawah ini: